Jangan menjadi asing



Aku masih teringat tentang semuanya. Saat bagaimana pertama kali berkenalan. Lewat sosial media. Sungguh mungkin sangat lucu. Bagaimana tidak, semua seakan tak terencana. Sampai pada akhirnya bertemu dan berbincang-bincang seadanya karna memang belum saling mengenal. Waktu pun terus bergulir tanpa terlalu sering kita bertemu karna kesibukan masing-masing. Siapa sangka dengan jarangnya pertemuan namun komunikasi cukup baik timbul sebuah ‘rasa’. Mungkin hanya aku yang ada ‘rasa’ terhadapnya, tapi tak jarang aku menemukan sinyal-sinyal yang mengartikan kalau dia pun ada ‘rasa’ terhadapku.. ahh hanya perasaan ku saja mungkin.. siapa yang bisa menahan hati untuk tak menemukan?? siapa yang bisa menahan hati untuk tak memilih? karena kadang mereka bergerak sendiri tanpa kita menyadari..


keakraban itu pun berlanjut terus walau tak lama sampai pada akhirnya keakraban itu pun secara perlahan luntur tanpa sebab yang jelas. Hilang.. hilang..hilang begitu ajj...

Kemanakah kamu?? Kemana kamu yang ku kenal dulu?? Apakah kamu telah pergi?? Apakah jiwamu yang dulu telah hilang?? Ya, memang raga mu ada, hatimu ada, tapi bukan seperti dulu. Kamu? Asing bagiku

__ Kita tak saling bicara meski kita kenal tapi tak ada banyak cerita terucap dari bibir
__ Kita dua individu yang tak dekat
__ Kita dua orang asing yang katanya berteman namun tak banyak bicara. Kata-kata yang keluar hanya sekedar sapa basa basi yang tak ada isi
__ Candamu membuatku tersenyum namun tetaplah kau asing bagiku
__ Kau hidup dengan duniamu dan aku hidup dengan duniaku sendiri, tak ada kata ‘kita’ hanya kamu aku yang seolah membatasi hati kita


     Jangan menjadi asing.. itu ajj.. cukup sederhana namun mungkin meregangkan ingatan bahwa kita pernah dekat.
    Orang asing sungguh ingin kembali ku sapa. Sesuatu yang asing itu beku, tak akan pernah ada cerita. Semacam pesan pendek salah alamat yang diabaikan, karena kita tak mengenal pengirimnya.

Jangan menjadi asing walau keakraban telah lenyap. Doa-doa selalu terucap untuk seseorang yang asing. Barangkali pertemuan yang singkat tak cukup mengekalkan ingatan.

Jangan menjadi asing,, Barangkali permintaan yang sia-sia. Tapi aku akan tetap mengingat bahwa kita pernah hidup dalam keakraban walau hanya sejenak saja :)

    Aku mengerti, kamu kini telah memiliki kesibukan baru. Aku bahagia melihatmu menjadi seorang lelaki muda yang berhasil. Tak bisakah kah sikapmu seperti biasanya. Mungkin aku sedikit tahu tentang perubahan sikapmu dan yang aku tahu itu berubah ke arah yang baik, akupun senang. Secara tidak langsung kau mengajarkan ku untuk memperbaiki dan memantaskan diri :). Selamat untuk mu, kau berhasil menjerumuskanku kedalam hal-hal yang baik.

..... ,,

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.